Tampilkan postingan dengan label Moslem Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moslem Article. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Desember 2010

Harapan Untuk Indonesia 2011

Semua rakyat Indonesia, teman-teman sekalian saya ucapkan selamat tahun baru 2011 ya. Tentunya kita pasti memiliki harapan-harapan tersendiri sebagai manusia. Harapan saya ke depan ada yang privasi dan ada pula yang untuk rakyat Indonesia.

Harapan saya untuk Indonesia adalah terciptanya negeri yang damai, tidak ada lagi perpecahan antara umat beragama. Apakah saya salah jika berharap seperti ini? Apakah anda akan menganggap saya kafir? Kejadian menyedihkan di tahun 2010 adalah saat kasus ciketing mencuat. Dimana umat muslim dan umat kristiani terjadi pertumpahan darah hanya karena masalah rumah ibadah. Ya, memang Indonesia adalah negara beragama, sehingga rumah peribadatan diatur oleh pemerintah. Berbeda hal dengan negeri Jepang yang tidak percaya pada agama manapun, sehingga kami bebas membangun masjid dalam apartemen, tanah kosong, asalkan memang ada sertifikat kepemilikan tanah. Saya akui, memang masalah ini haknya pemerintah untuk menanganinya. Saya pun tidak tahu siapa yang salah dan benar, hanya Tuhan yang Maha Tahu.

Saya merasakan benar betapa sulitnya menjadi minoritas muslim di negeri yang atheis. Ketika kami ingin membangun pekuburan umat Islam, kami dicekal karena Jepang tidak mengenal tradisi pekuburan, mereka hanya mengenal abu mayat yang dibakar. Bisakah anda membayangkan bagaimana jika ada seorang muslim Jepang yang wafat lalu tidak boleh dikuburkan di negaranya sendiri? Mungkin kalau warga negara asing masih bisa mengirimkan mayatnya ke negara asalnya, tapi kalau para muslim dan muslimah Jepang? Akan tetapi hal tersebut bukan dikarenakan warga Jepang benci Islam, mereka hanya takut dengan mayat. Selebihnya warga Jepang sangat baik terhadap muslim, walaupun ada beberapa yang memang agak nakal.

Osborne (Rocker) and Yusuf Islam (Penyanyi Muslim)

Rasulullah SAW sendiri membuat piagam perdamaian dunia pada tahun 1 Hijriah, yaitu piagam Madinah. Inilah piagam perdamaian tertua di dunia. Dimana umat Islam, Nasrani dan Yahudi tidak boleh mengganggu peribadatan satu sama lainnya. Dan seharusnya kita bisa mencontoh kehidupan madani ini.

Kasus lainnya adalah kasus mbah priok, dimana hanya karena pekuburan seorang leluhur terjadilah pertumpahan darah besar-besaran. Saya kecewa pada umat muslim saat itu, karena hanya sebuah kuburan yang dianggap keramat itu, terjadilah pertumpahan darah. Padahal, tidaklah boleh kita menganggap sesuatu sebagai panduan, pengabul doa, atau sandaran hidup selain Allah.

Entah mengapa saya juga merasa demonstrasi tidak terdapat di beberapa negara yang sudah pernah saya kunjungi. Meskipun pemerintah Saudi Arabia berlaku satu arah dan kebijakan semua pemerintah yang pegang, namun seluruh warga negara Saudi Arabia tunduk dan patuh. Sangatlah terasa damai sekali negeri Saudi Arabia. Begitu pula Jepang, dimana para pemimpinnya "tahu diri" dan serius membangun peradaban, rakyatnya pun tunduk patuh. Dua negara yang sangat berbeda dari segi keyakinan, yang satu 100% muslim dan yang satunya lagi Atheis, tapi memiliki kedamaian dalam negerinya tanpa DEMONSTRASI.

Harapan saya, hanya ingin Indonesia hidup damai. Dimana ada kedamaian, pasti Allah akan memberikan keberkahanNya, sehingga negeri kita menjadi negeri yang sejahtera.

Rabu, 22 Desember 2010

Wanita Bernama Ibu

Hari ini di Indonesia merayakan hari ibu, kalau di Jepang hari ibu dirayakan pada bulan Mei. Entah kapanpun dirayakannya, yang penting bagaimana cara kita membahagiakan mereka semua.

Hari ibu di tahun ini terasa berbeda buatku, karena Allah memberiku karunia menjadi calon ibu. Saya kira wajar jika ada hari spesial bernama hari ibu, meskipun kita mencintainya setiap hari. Karena menjadi ibu itu sangatlah berat, mulai dari mengandung, menyusui, membesarkan dengan segala kenakalan kita, dan akhirnya mengantarkan kita sampai ke pernikahan kita. Disinilah tugas ibu akhirnya selesai, dia memberikan tugasnya pada suami kita untuk mendidik kita sebagai istri dan ibu yang baik.

Aku punya banyak ibu, maka dari itu akan kusebutkan kalian semua satu persatu

1. Mamaku tersayang
Mamaku orang yang pekerja keras, membantu papa saat susah dan senang, saat papa sedang tak ada proyek karena krisis moneter dan krisis global, mamaku di usianya yang senja masih sanggup membantu keuangan papa. Mama ku yang terkesan cerewet, tapi kini aku sangat rindu keceriwisanmu. Mamaku selalu berusaha agar anak-anaknya bisa kuliah, meski biaya kami pas-pasan. Mamaku yang sangat berhemat, mampu menabung bersama papaku agar kami bisa ke tanah suci sekeluarga. Mama, aku harus banyak belajar darimu arti sebuah pengorbanan dan ketulusan. Terima kasih saja tidak cukup, apapun yang kau minta akan kuberi, Ma.

2. Tanteku, Nur Janah
Orang inilah yang berjasa kedua setelah mamaku. Di saat mamaku bekerja keras, dialah yang menjagaku dari pagi hingga sore. Tanpa pernah dibayar, sudah seperti ibu keduaku, karena beliau tidak memiliki keturunan, sehingga aku dan adik-adikku sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Mendengar segala curahan hatiku, membantuku, menemaniku berjalan-jalan dan sebagainya. Aku punya dua ibu yang mengasuh dalam hidupku. Dua ibu yang tidak bisa dibayar dengan "Terima kasih".

3. Ibu Mertuaku
Meskipun kami baru kenal 2 tahun, tapi ibu mertuaku sudah seperti ibuku sendiri. Semua kata-katanya yang menenangkan hatiku, hati suamiku. Yang bersedia bersabar menunggu menantunya untuk memberinya cucu dalam waktu yang lama, bahkan beliaulah yang menyuruhku bersabar dalam menanti buah hati. Mertuaku, aku sayang padamu.

Allah, terima kasih banyak...
Di hari ibu ini, kalian bertiga mendapatkan hadiah yang indah dari-Nya berupa cucu pertama kalian. Bagi mereka, kebahagiaanku adalah hadiah terindah buat mereka.

Segelintir Doa yang kuhaturkan untuk kalian saat aku berada dihadapan ka`bah


Ya Allah, kami tahu di dunia ini kami akan berpisah. Kami akan dipisahkan oleh alam kubur. Ya Allah, Aku mencintai ketiga ibuku, kedua ayahku, suamiku serta adik-adikku. Maka pertemukanlah kami kembali dalam JannahMu dan persatukanlah kami selayaknya kami berkumpul di dunia. Selayaknya tawa canda kami di dunia. Jangan sentuh mereka dengan api nerakaMu Ya Allah. Lindungilah mereka semua dunia akhirat. Beri mereka tempat terbaik di JannahMu. Amiin Ya Rabbal`alamiin

Selasa, 23 November 2010

Si Penghafal Quran Cilik di Jepang


Tanpa terasa, saya sudah setengah tahun tinggal di negeri Sakura. Banyak kisah-kisah insppiratif yang makin meningkatkan kecintaan saya pada Allah semata. Entah, mungkin rasanya di negeri minoritas yang serba sulit, sulit mencari makanan halal, sulit mencari jilbab, sulit mencari buku-buku Islam, dan lain sebagainya. Akan tetapi, semua kesullitan tersebut, tidak membuat kami para muslim menjadi  tidak semangat dalam menuntut ilmu. Meskipun jarak dari rumah ke masjid sangat jauh, harus ditempuh puluhan kilometer bukanlah penghalang buat mereka yang haus akan ilmu. 

Kali ini, saya akan bercerita tentang sebuah kisah yang paling menggugah hati saya, bahkan dalam hidup saya.

Anak kecil itu masih polos, masih berumur 10 tahun 10 bulan. Dia disalami banyak orang di Masjid Otsuka, kemarin sore. Anak kecil ini adalah Alayen, seorang anak yang sudah mampu menghafal seluruh isi Quran, dengan bacaan Mumtaaz. Memang anak ini bukan keturunan Jepang, melainkan keturunan Pakistan. Tapi, hampir semua orang Pakistan yang ada di Jepang tinggal selamanya di Jepang untuk berdakwah dan berbisnis. 

Kemarin sore adalah sebuah momentum bagi seluruh muslilm di Jepang. Momentum untuk meningkatkan kecintaan kita pada Quran. Alayen membuka mata banyak muslim agar mengikuti jejaknya untuk menghafal Quran. Kemarin sore pula, dia diberi gelar Al-Hafidz oleh Holy Quran Memorization International Organization, Saudi Arabia. Pemerintah Saudi Arabia datang langsung ke tempat kami untuk memberikan gelar tersebut kepada Alayen. Bahkan, Pemerintah Saudi Arabia pun memberikan beasiswa kepada Alayen "Full Scholarship" sampai kuliah.

Alhamdulillah, panitia memberikan kesempatan kepada orang tua dan guru hafidz Alayen untuk berbagi pengalamannya. Inilah sepenggal cerita dari Ayah Alayen yang membuat saya sadar akan pentingnya Quran (Untung ngomongnya pakai Bahasa Inggris, selamat deh hehehe).

Memang kita hidup di negeri yang bukan non Muslim, tapi saya ingin mempertahankan agar anak-anak saya tetap mendapat pendidikan Islam. Saya tidak memasukkan anak-anak saya ke nihon no gakko (Sekolah Jepang). Saya biarkan anak saya hanya belajar di Masjid dan menghafal Quran, karena saya ingin dia benar-benar fokus menghafal Quran dan tidak memiliki pikiran lain selain menghafal Quran. Lalu orang-orang di sekitarku bertanya "kenapa tidak dimasukkan saja ke sekolah Jepang sambil menghafal Quran, jadi dia nanti bisa pintar keduanya?". Saya yakin pada Allah, bahwa ketika seseorang sudah bisa menghafal Quran, maka dia akan mampu menguasai semua bidang. Lalu Ayah Alayen berkata dengan bangga, "Sekarang anak saya bisa melanjutkan sekolah langsung naik kelas 5 SD melalui test di sekolah, dan kini dia bisa berbahasa 4 bahasa dengan baik, Inggris, Jepang, Arab, dan pastinya bahasa Urdu."

Sekarang mata saya terbuka, sebelum belajar apapun, manusia itu harus belajar Quran. Dan yakinlah,  orang-orang yang mempelajari dan mengajar Quran akan mendapat derajat yang lebih tinggi. Semoga, kita juga bisa menjadi penghafal Quran.

NB :
Insya Allah masih akan ada lagi penghafal Quran cilik, kemarin anak-anak kelas Hafidz Masjid Otsuka, Masjid Yokohama dan Masjid Hira datang untuk Hapyokai (Pertunjukan). 
-- 

Senin, 11 Oktober 2010

Workshop Quran bersama Al Hafidz Ameena

Workshop Quran bersama Al Hafidz Ameena

by Nurul Septiani Hadianto on Tuesday, October 12, 2010 at 3:29pm
Pertama-tama, saya mau memperkenalkan guru kami. Dia adalah seorang penghafal quran, dia adalah wanita keturunan china yang dilahirkan di China dan besar di Saudi Arabia. Umurnya masih sangat muda sekali, 26 tahun. Tapi, dia sudah menjadi penghafal quran. Sekarang dia tinggal di Tokyo dan mengajara quran di Masjid Otsuka.

Lalu, dia datang ke acara workshop yang kami buat untuk menunjukkan pentingnya Al-Quran dalam hidup kita. Dan juga bagaimana mengingat setiap ayat di otak kita setiap waktu. Dan saya tidak mau kehilangan kesempatan ini.

Quran in Our Life (Quran dalam hidup kita)

Sekarang, saya hanya ingin anda tahu bahwa quran begitu penting dalam hidup kita. Saya sekarang mau bertanya kepada anda sekalian semua, apakah anda mencintai Allah? Bagaimana anda mengekspresikan cinta anda kepada Allah?

Quran dalam kehidupan kita sangatlah penting, pentingnya sama seperti makan dan minum. Bacalah quran di waktu-waktu utama anda, jangan di waktu senggang anda saja. Jangan mengatakan anda hanya akan membaca quran ketika memiliki waktu. Jadikanlah aktivitas membaca al-quran itu seperti layaknya aktivitas makan dan minum.

Sekarang pula, aku ingin bertanya lagi pada kalian, “Apakah kalian mencintai Allah? Pasti kalian semua akan menjawab, tentu saja aku mencintai Allah melebihi cintaku pada suamiku. Jika anda benar-benar mencintai Allah, berapa kali anda membaca quran dalam sehari? Jika anda mencintai Allah dibandingkan suami anda, seberapa intense kah anda dengan Al quran. Ketika anda mencintai suami anda,  anda pasti sangat menunggu-nunggu email darinya, sms darinya. Dan perasaan itulah yang seharusnya anda miliki ketika anda mencintai Allah. Selalu cinta untuk membaca quran, setiap hari, setiap waktu layaknya surat cinta.

Setelah itu, anda sudah membaca quran dan rutin. Anda juga harus mengajarkan anak-anak and baca quran. Kapankah saat terbaik mengajarkan anak-anak anda membca quran. Adalah saat-saat dimana anak anda belum bisa bicara sedikitpun. Saat masih bayi. Hanya dengan meninabobokan anak-anak anda sebelum tidur dengan lantunan zikir dan ayat-ayat quran, mereka akan terbiasa dengan suara Al-quran. Dan ketika sudah besar, mereka akan mampu menghafal Al-Quran.

Ketika anda ingin mencoba menghafal quran, maka lakukanlah. Anda sudah memiliki niat. Ketika anda sudah memiliki niat untuk menghafal quran, jangan ditunda-tunda lagi. Lakukan segera! Ketika anda sudah memiliki niat lalu anda meninggal, maka anda sudah memiliki pahala keutamaan orang-orang yang menghafal Quran. Dan di akhirat nanti anda akan dipakaikan sebuah mahkota yang terbuat dari permata. Lalu orang-orang akan bertanya-tanya “Apa yang kamu lakukan di dunia, sehingga kamu mendapatkan mahkota cantik ini?”

Lalu bagaimana cara memulai untuk menghafal Quran? Banyak orang yang bilang menghafal quran itu sulit. Padahal itu salah, Allah menciptakan Al-Quran dalam bahasa yang mudah dipahami. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS 12:2). Dan aku memiliki seorang saudara, dimana ia sudah tua, tapi dia mau menghafal quran. Dan dia melakukannya dengan baik. Jadi, janganlah pernah berpikir anda sudah terlambat untuk menghafal quran. Lalu ketika anda memulai menghafal quran, hafalkan dan ulangi sampai anda benar-benar hafal. Jangan pindah surat sebelum anda menghafal surat yang sedang anda hafal.

Sesi Pertanyaan
1.      Ada sekolah yang familiar di Indonesia dikenal dengan nama pesantren. Dimana anak-anak disana diajari islam dan Al-Quran. Mana sebaiknya yang kita lakukan, mengajari anak-anak kita sendiri atau mengirimkannya ke pesantren. Karena seringkali orang berpendapat jika kita yang mengajarkan anak kita sendiri itu lebih barokah.
Jawab :
Dulu, ketika saya masih kecil, saya selalu meminta ayah saya mengajarkan quran pada saya. Tapi beliau selalu menolak untuk mengajarkan saya, dan selalu mengatakan “Belajarlah pada tetanggamu!” Saya bingung, kenapa dia selalu menolak untuk mengajarkan saya. Sampai akhirnya, aku tahu jawabannya. “Aku tidak ingin kamu berbahasa Arab seperti saya (Chinese), aku ingin kamu berbahasa Arab seperti orang Arab.” Alhamdulillah, sekarang saya berbahasa Arab seperti orang Arab. Jadi, jika orang lain lebih baik dari anda untuk mempelajari Quran, maka kirimlah anak anda ke sekolah-sekolah Quran tadi, tapi jika anda merasa mampu dan bisa mengajarkan anak anda sendiri kenapa tidak?

2.      Bagaimana cara membetulkan lafadz anak dalam membaca sebuah surat, misal Tabbats yada habilahabiu…..padahal kan seharusnya Tabbats yada abilahabiu…. Anak ini tuh susah disuruh berubah?
Terus saya juga punya saran, tampaknya untuk menghafal quran bisa dimulai dari sejak masa kehamilan. Karena menurut psikologi juga, saat kita hamil anak mampu mendengar suara ibunya.

Jawab :
Cara mengkoreksi lafadz anak dalam membaca sebuah surat adalah dengan mengulang-ngulangi nya sampai lafadz itu benar. Dan juga cara mengajarkan anak-anak belajar quran adalah dengan suasanya yang senang seperti memberikannya permen ketika ia bisa menghafal, dan sebagainya.
Ya benar sekali, saat hamil adalah saat yang tepat untuk memulai menghafal quran. Kalau di China, para ibu disuruh melafadzkan alphabet dan beraneka ragam kata china saat hamil, agar ketika besar nanti anaknya pandai berbahasa China (Ini hanya perumpamaan) :D

Jazakumullah khoiron katsir

Selasa, 05 Oktober 2010

Siapa Lebih Hebat

Seringkali anda merasa seperti anda yang terhebat, terbaik, terpintar karena anda memiliki gelar doktor, profesor, anda orang terkaya se-Asia. Mungkin ada orang-orang yang berfikir seperti itu. Anda merasa hidup anda sudahlah nyaman dengan gaji besar, sehingga anda menyombongkan diri anda.

Sekarang saya mau bertanya, siapa yang lebih hebat antara anda dan anak jalanan yang sering mengamen dari satu angkot ke angkot lain? Jelas, anda pasti merasa paling hebat. Kan anda bekerja di perusahaan ternama, kuliah di universitas terbaik, dan lain sebagainya. Anda salah besar!

Kenapa saya katakan anda salah besar menilai mereka, tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini.

Ada sebuah kisah tentang kesombongan yang selalu dipelihara oleh orang-orang yang menganggap dirinya terhebat. Kisah ini lucu dan menarik.

Ada seorang profesor, dia menyewa sebuah kapal dan seorang nelayan untuk menemani dirinya melakukan riset di laut. Si nelayan yang menjadi pengemudi kapal hanya terdiam dan hanya bicara jika diajak berbicara. Tiba-tiba sang profesor bertanya pada si nelayan "Berapa lama kamu sudah menjadi seorang nelayan?" Si nelayan berkata "20 tahun."
Lalu sang profesor bertanya lagi pada si nelayan "Apakah kamu tahu biologi?" sang nelayan hanya menggeleng kepala menunjukkan ketidaktahuannya. "Kimia, geografi, astronomi, fisika?" Sang nelayan hanya menggeleng dalam setiap pertanyaan yang diluncurkan oleh sang profesor.
"Lantas kau hanya menghabiskan waktumu hanya untuk menjadi nelayan?" Lalu si nelayan berkata "Iya"
"Kau kehilangan hidupmu 50 persen karena kau tidak tahu ilmu-ilmu itu." Sombong si profesor, dan nelayan itu hanya terdiam.

Lalu tiba-tiba angin menunjukkan ketidakramahannya pada penghuni laut, yap betul...Badai datang. Dan tiba-tiba perahu nelayan itu terbalik karena kencangnya angin tersebut. Si nelayan bertanya pada sang profesor, "Apakah kau bisa berenang?" sang profesor hanya bisa menggeleng kepala menunjukkan ketidakmampuannya. "Sayang sekali, kini kau akan kehilangan 100% nyawamu."

Kenapa harus sombong kepada orang yang kau anggap tidak mampu? Apakah semua orang harus menjadi dokter agar bisa dikatakan hebat? Apakah semua orang harus menjadi profesor agar dikatakan hebat? Toh, Allah menciptakan kelebihan di setiap insan yang Ia ciptakan. Hanya saja, insan tersebut kurang mengetahui kehebatan dirinya. Sekarang, berpikirlah "Kita semua hebat"

Kamis, 02 September 2010

Aku ingin Mencintai-Mu

glitter-graphics.com
Masya Allah, saya tersentuh banget denger lagu ini, bener-bener liriknya membuat saya menangis seharian. Membuat saya introspeksi diri ini, yang mungkin telah kufur nikmat dari Allah. Kurang bersyukur, jauh dari-Nya, dan terlena dengan gemerlapnya dunia.

Sempat terlena akan kehidupan dunia ini yang cuma sementara, padahal yang aku cari di dunia ini harusnya adalah cinta-Mu ya Allah...

Lirik Aku ingin Mencintaimu-Edcoustic
Tuhan betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena
Sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali
Agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia
Untuk menghambakanMU
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU

Reff:
Aku ingin mencintaiMU setulusnya,
Sebenar-benar aku cinta
Dalam do`a
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekatiMU selamanya
Sehina apapun diriku
Kuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi

Kalau mau dengar lagunya bisa didengar di sini

Muhasabah di Usia Saya 24 Tahun

24 tahun????

Masih muda sekali ya, sudah menikah....Bagi saya, saya sudah tua....artikel kali ini, saya akan membuat puisi.


glitter-graphics.com

MUHASABAH RINDU PADA-MU

Rindu itu hadir
Disambut dengan zikir
Zikir yang sempat terputus
Kini dia menyambutku kembali

Sepi memang tak bertepi
Tapi Kau selalu menemani
Maafkan aku yang khilaf
Pergi sejenak yang melena

Aku kini kembali
Walau tak seutuhnya membawa rindu
Tapi ini yang terbaik

Aku masih berharap jumpa
Di tempat yang bernama surga
Semoga masih ada celah untukku
meskipun kecil dan hanya cahayanya saja

Semoga rindu ini tetap terjaga
Dan tak lekang oleh tempat
Yang bernama dunia.

Selasa, 17 Agustus 2010

Muslimah yang Merdeka

Indonesia ku hari ini merdeka, tepat di bulan Ramadhan pula Indonesia Merdeka. Dan hari ini, adalah perayaan kemerdekaan Indonesia di bulan Ramadhan lagi. Bulan yang penuh berkah ini, adalah bulan di mana doa orang yang berpuasa dikabulkan oleh Allah. Maka dari itu, saya berdoa pada Allah agar bangsa ini bisa keluar dari kemiskinan harta, jiwa, dan kemiskinan iman. Amiin. Karena miskin harta dekat dengan kefakiran, dan kefakiran itu dekat dengan kekufuran. Dan berapa banyak di antara manusia yang bersyukur dengan nikmat Allah, hanyalah sedikit.

Harta, seolah-olah telah membutakan hati manusia. Sehingga hanya karena harta, seorang anak tega membunuh orang tuanya, seorang ibu mengorbankan dirinya menjadi pelacur di jalan-jalan, seorang wanita rela membuka auratnya demi mendapatkan sebuah pekerjaan, uang,  dan bahkan menurutnya adalah terhormat dengan mengumbar auratnya.

Apakah benar kedatangan Islam itu untuk membatasi kemerdekaan umatnya? Apakah peraturan-peraturan berhijab, pantang makanan haram, tidak boleh ini dan itu adalah sebagai bentuk penjajahan terhadap diri kita sebagai umat Islam?

Ternyata bukan. Hijab yang disyariatkan oleh Allah SWT, bukanlah bentuk penjajahan terhadap para muslimah. Tapi, itu adalah bentuk kemerdekaan yang hakiki. Saya berhijab, maka saya bebas dari pandangan pria yang nakal, saya bebas dari tuntutan mode pakaian yang menuntut saya merobek urat malu saya, saya bebas menetukan pekerjaan yang halal untuk saya, dan saya bebas meraih cinta Allah SWT.

Lantas, kau anggap dirimu lebih pantas dihormati daripada muslimah berhijab. Padahal, auratmu terbuka sana-sini, meskipun kau orang terkenal dengan bayaran yang sangat tinggi. Tapi sayang, Allah tidak memberikan cinta-Nya padamu.

Merdeka itu, saya bebas mendapatkan cinta Allah kapanpun saya mau dan kapanpun Ia memberikannya pada saya. Karena cintaMu tidak semua orang mampu meraihnya.

Kamis, 22 Juli 2010

Belajar Mencintai Diri Sendiri



Terkadang kita sebagai manusia, banyak kurang bersyukur. Sudah diberikan kesempurnaan hidup, tapi masih banyak mengeluhnya. Padahal, mengeluh itu tidak akan menyelesaikan masalah kita.

Ada sebuah cerita yang mengejutkan, dari seorang lelaki yang tanpa tangan dan tanpa kaki, tapi kini dia menjadi seorang motivator internasional, Nick Vujicic.


Dia hidup sendiri, tanpa tangan, dan tanpa kaki. Bisakah anda membayangkan, bagaimana caranya untuk bisa hidup? Dalam seminar Motivasinya di St.Mary School USA, dia mengatakan sesuatu yang membuat hati saya terharu dan kagum.

Nick Vujicic menjatuhkan badannya sendiri, seperti posisi tengkurap. Lalu ia berkata, "Tahukah kalian, aku berlatih keras untuk bangun sendiri dari posisi jatuh ini ratusan kali. Tapi, aku tak mau menyerah, dan tak mau membiarkan diriku gagal. Karena kalau aku gagal, maka aku tidak ada." Lalu dia mencoba bangkit berdiri, dengan menggunakan kepalanya sebagai tumpuannya.

Lalu dia berkata lagi, "Saya tak punya tangan, saya tak punya kaki, tapi saya hanya ingin bersyukur pada Tuhan. Saya menikmati hidup saya sebagai seorang pemuda, yang suka berenang, golf, dan travelling."

Kini sekarang saya menjadi lebih bersyukur kepada Allah Subhannawata'ala atas semua karunia yang dia berikan pada saya. Semua manusia pasti memiliki kekurangan, tapi pasti punya kelebihan juga.

Hidup itu tergantung dari cara kita melihat, kalau kita melihat diri kita sebagai ibu rumah tangga, maka jadikanlah pekerjaan ibu rumah tangga itu menjadi luar biasa. Apapun yang Allah berikan, pasti itu yang terbaik darinya. Dan saya akan berusaha mencintai apa yang Allah berikan kepada saya.