Rabu, 22 Desember 2010

Wanita Bernama Ibu

Hari ini di Indonesia merayakan hari ibu, kalau di Jepang hari ibu dirayakan pada bulan Mei. Entah kapanpun dirayakannya, yang penting bagaimana cara kita membahagiakan mereka semua.

Hari ibu di tahun ini terasa berbeda buatku, karena Allah memberiku karunia menjadi calon ibu. Saya kira wajar jika ada hari spesial bernama hari ibu, meskipun kita mencintainya setiap hari. Karena menjadi ibu itu sangatlah berat, mulai dari mengandung, menyusui, membesarkan dengan segala kenakalan kita, dan akhirnya mengantarkan kita sampai ke pernikahan kita. Disinilah tugas ibu akhirnya selesai, dia memberikan tugasnya pada suami kita untuk mendidik kita sebagai istri dan ibu yang baik.

Aku punya banyak ibu, maka dari itu akan kusebutkan kalian semua satu persatu

1. Mamaku tersayang
Mamaku orang yang pekerja keras, membantu papa saat susah dan senang, saat papa sedang tak ada proyek karena krisis moneter dan krisis global, mamaku di usianya yang senja masih sanggup membantu keuangan papa. Mama ku yang terkesan cerewet, tapi kini aku sangat rindu keceriwisanmu. Mamaku selalu berusaha agar anak-anaknya bisa kuliah, meski biaya kami pas-pasan. Mamaku yang sangat berhemat, mampu menabung bersama papaku agar kami bisa ke tanah suci sekeluarga. Mama, aku harus banyak belajar darimu arti sebuah pengorbanan dan ketulusan. Terima kasih saja tidak cukup, apapun yang kau minta akan kuberi, Ma.

2. Tanteku, Nur Janah
Orang inilah yang berjasa kedua setelah mamaku. Di saat mamaku bekerja keras, dialah yang menjagaku dari pagi hingga sore. Tanpa pernah dibayar, sudah seperti ibu keduaku, karena beliau tidak memiliki keturunan, sehingga aku dan adik-adikku sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Mendengar segala curahan hatiku, membantuku, menemaniku berjalan-jalan dan sebagainya. Aku punya dua ibu yang mengasuh dalam hidupku. Dua ibu yang tidak bisa dibayar dengan "Terima kasih".

3. Ibu Mertuaku
Meskipun kami baru kenal 2 tahun, tapi ibu mertuaku sudah seperti ibuku sendiri. Semua kata-katanya yang menenangkan hatiku, hati suamiku. Yang bersedia bersabar menunggu menantunya untuk memberinya cucu dalam waktu yang lama, bahkan beliaulah yang menyuruhku bersabar dalam menanti buah hati. Mertuaku, aku sayang padamu.

Allah, terima kasih banyak...
Di hari ibu ini, kalian bertiga mendapatkan hadiah yang indah dari-Nya berupa cucu pertama kalian. Bagi mereka, kebahagiaanku adalah hadiah terindah buat mereka.

Segelintir Doa yang kuhaturkan untuk kalian saat aku berada dihadapan ka`bah


Ya Allah, kami tahu di dunia ini kami akan berpisah. Kami akan dipisahkan oleh alam kubur. Ya Allah, Aku mencintai ketiga ibuku, kedua ayahku, suamiku serta adik-adikku. Maka pertemukanlah kami kembali dalam JannahMu dan persatukanlah kami selayaknya kami berkumpul di dunia. Selayaknya tawa canda kami di dunia. Jangan sentuh mereka dengan api nerakaMu Ya Allah. Lindungilah mereka semua dunia akhirat. Beri mereka tempat terbaik di JannahMu. Amiin Ya Rabbal`alamiin

5 komentar:

  1. Saya jadi teringat sepupu yang selalu ngurus saya waktu kecil, dikasih makan siang dll
    selamat hari ibu Mba Nurul..

    BalasHapus
  2. Amiiin yaa robbal 'alamiin.!!

    hihi, ibu memang ga ada tandingannya..
    kangen, cuma dengan doa aku menyampaikannya..:(

    BalasHapus
  3. selamat hari ibu ummu khairi

    Aji : aku turut mendoakan untuk ibumu ^^

    BalasHapus
  4. hIK..HIK..BARU BACA NIH..TERHARUUUUUUU...

    BalasHapus
  5. nih, aku sediakan tissue ^^

    BalasHapus