Selasa, 23 November 2010

Si Penghafal Quran Cilik di Jepang


Tanpa terasa, saya sudah setengah tahun tinggal di negeri Sakura. Banyak kisah-kisah insppiratif yang makin meningkatkan kecintaan saya pada Allah semata. Entah, mungkin rasanya di negeri minoritas yang serba sulit, sulit mencari makanan halal, sulit mencari jilbab, sulit mencari buku-buku Islam, dan lain sebagainya. Akan tetapi, semua kesullitan tersebut, tidak membuat kami para muslim menjadi  tidak semangat dalam menuntut ilmu. Meskipun jarak dari rumah ke masjid sangat jauh, harus ditempuh puluhan kilometer bukanlah penghalang buat mereka yang haus akan ilmu. 

Kali ini, saya akan bercerita tentang sebuah kisah yang paling menggugah hati saya, bahkan dalam hidup saya.

Anak kecil itu masih polos, masih berumur 10 tahun 10 bulan. Dia disalami banyak orang di Masjid Otsuka, kemarin sore. Anak kecil ini adalah Alayen, seorang anak yang sudah mampu menghafal seluruh isi Quran, dengan bacaan Mumtaaz. Memang anak ini bukan keturunan Jepang, melainkan keturunan Pakistan. Tapi, hampir semua orang Pakistan yang ada di Jepang tinggal selamanya di Jepang untuk berdakwah dan berbisnis. 

Kemarin sore adalah sebuah momentum bagi seluruh muslilm di Jepang. Momentum untuk meningkatkan kecintaan kita pada Quran. Alayen membuka mata banyak muslim agar mengikuti jejaknya untuk menghafal Quran. Kemarin sore pula, dia diberi gelar Al-Hafidz oleh Holy Quran Memorization International Organization, Saudi Arabia. Pemerintah Saudi Arabia datang langsung ke tempat kami untuk memberikan gelar tersebut kepada Alayen. Bahkan, Pemerintah Saudi Arabia pun memberikan beasiswa kepada Alayen "Full Scholarship" sampai kuliah.

Alhamdulillah, panitia memberikan kesempatan kepada orang tua dan guru hafidz Alayen untuk berbagi pengalamannya. Inilah sepenggal cerita dari Ayah Alayen yang membuat saya sadar akan pentingnya Quran (Untung ngomongnya pakai Bahasa Inggris, selamat deh hehehe).

Memang kita hidup di negeri yang bukan non Muslim, tapi saya ingin mempertahankan agar anak-anak saya tetap mendapat pendidikan Islam. Saya tidak memasukkan anak-anak saya ke nihon no gakko (Sekolah Jepang). Saya biarkan anak saya hanya belajar di Masjid dan menghafal Quran, karena saya ingin dia benar-benar fokus menghafal Quran dan tidak memiliki pikiran lain selain menghafal Quran. Lalu orang-orang di sekitarku bertanya "kenapa tidak dimasukkan saja ke sekolah Jepang sambil menghafal Quran, jadi dia nanti bisa pintar keduanya?". Saya yakin pada Allah, bahwa ketika seseorang sudah bisa menghafal Quran, maka dia akan mampu menguasai semua bidang. Lalu Ayah Alayen berkata dengan bangga, "Sekarang anak saya bisa melanjutkan sekolah langsung naik kelas 5 SD melalui test di sekolah, dan kini dia bisa berbahasa 4 bahasa dengan baik, Inggris, Jepang, Arab, dan pastinya bahasa Urdu."

Sekarang mata saya terbuka, sebelum belajar apapun, manusia itu harus belajar Quran. Dan yakinlah,  orang-orang yang mempelajari dan mengajar Quran akan mendapat derajat yang lebih tinggi. Semoga, kita juga bisa menjadi penghafal Quran.

NB :
Insya Allah masih akan ada lagi penghafal Quran cilik, kemarin anak-anak kelas Hafidz Masjid Otsuka, Masjid Yokohama dan Masjid Hira datang untuk Hapyokai (Pertunjukan). 
-- 

11 komentar:

  1. Subhanallah merinding aku bacanya mbak..
    Salut juga buat orang tua nya..speechless saia.
    nice share mbak :)

    BalasHapus
  2. thx mba nurul udh sharing. saya setuju belajar Al-Qur'an adalah yg pertama dan utama, semoga kelak bisa mengamalkannya ke anak cucu kita. amien

    BalasHapus
  3. SubhanaLLAH, semoga ALLAH selalu melimpahkan ilmu & barokah untuk Alayen & seluruh hafidz Al Qur'an di dunia ini
    ketika berkaca pada Alayen, saya melihat debu tebal bertumpuk di wajah dan hati saya
    sementara Alayen sungguh berser-seri

    BalasHapus
  4. Untuk semuanya : tetap semangaat yaaa....

    BalasHapus
  5. Subahanallah..umur berapa dia mba?

    BalasHapus
  6. subhanallah, makasih mbk Nurul buat ceritanya
    aku sampe berkaca2 bacanya
    subhanallah....

    BalasHapus
  7. subhanallah... wah, salut banget mbak, walaupun banyak rintangan masih rajin nambah ilmu islam...

    salam kenal ya mbak...

    BalasHapus